Anak Korban Pelecehan Seksual Dan Potensi Gangguan Kejiwaan

Anak Korban Pelecehan Seksual Dan Potensi Gangguan Kejiwaan

Pelecehan seksual terhadap anak-anak semakin marak terjadi dinegeri ini, terlebih ketika pelecehan yang terjadi baru-baru ini di sekolah taman-kanak kanak JIS yang dilakukan oknum petugas kebersihan.  kejadian tersebut membuat miris sekaligus geram bagi saya, terlebih  anak tersebut masih sangat kecil, sampai terbayang jika yang menjadi korbannya anak saya sendiri (mengingat anak saya juga sekolah di TK). akibat dari pelecehan ini  anak tidak hanya  yang menderita secara fisik juga mental, dan  pastinya orang tua pun sangat terpukul.

Berdasarkan pengalaman kami sebagai terapis holistik bahwa dari banyak pasien yang telah kami terapi hampir  70%nya, pasien yang memiliki kelainan atau penyimpangan seksual diakibatkan oleh pelecehan seksual yang dialami saat masih kecil atau faktor traumatis.

Faktor traumatis.

trauma atas kejadian buruk yang dialami oleh anak sangat mempengaruhi psikologi anak dimasa depaan, terlebih pada usia ini  ingatan anak yang sangat kuat, tiap sensasi, emosi dan gambaran kejadian yang membekas akan melekat dan menetap hingga dewasa.

berikut ini adalah masalah kejiwaan yang berpotensi di idap oleh anak2 korban pelecehan seksual :

Phobia, Depresi, Insomnia, Halusinasi,  Kesepian, Sering Marah  Tanpa Sebab, Psikosomatis, Problem Sosial, Stress, anxiety disolder (gangguan kecemasan), OCD (Obsessive Compulsive Disorder), kelainan orientasi seksual, dll.

Perlu terapi yang tepat untuk pemulihan mental dan psikologi anak.

terapi pemulihan mental dan kejiwaan anak memerlukan tindakan terapi yang sangat intensif  berikut beberapa tindakan yang perlu Orangtua lakukan :

  1. Berkonsultasi langsung ke psikolog anak atau terapis yang ahli.
  2. Orang tua harus selalu memotivasi anak
  3. Lakukan rehabilitasi mental dan psikologis
  4. Lakukan rekreasi untuk relaksasi
  5. Perlu lakukan terapi komplementer seperti Akupunktur atau hipnoterapi
  6. Disarankan untuk istirahat sekolah hingga mentalnya siap

untuk pemulihan mental dan pskikologi anak memang membutuhkan waktu yang cukuplama dan selalu diobservasi secara mendalam, hal ini juga sangat membutuhkan lebih banyak perhatian dan kasihsayang yang penuh dari seluruh anggota keluarga untuk sang-buah hati tercinta.

Demikian, Semoga bermanfaat….