Bunuh Diri Sebagai Masalah Dunia

Ditengah kemajuan teknologi yang semakin canggih ternyata berbanding lurus juga dengan semakin tinggi tingkat depresi / stress manusia modern. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) pada tahun 2003 mengungkapkan bahwa satu juta orang bunuh diri dalam setiap tahunnya atau dalam setiap 40 detik, bunuh diri juga satu dari tiga penyebab utama kematian pada usia 15-34 tahun, selain karena faktor kecelakaan. Pada umumnya, tindakan bunuh diri merupakan cara ekspresi dari ketidakmampuan diri bertindak solutif terhadap persoalan.

  1. Suicidal intent, pada tahap seseorang mulai berpikir dan melakukan perencanaan yang konkrit untuk melakukan bunuh diri.
  2. Suicidal threat, pada tahap ini seseorang sudah mulai berpikir dan sudah melakukan perencanaan yang konkrit untuk melakukan bunuh diri.
  3. Suicidal threat, pada tahap ini seseorang mengekspresikan adanya keinginan dan hasrat yang dalam, bahkan ancaman untuk mengakhiri hidupnya.
  4. Suicidial gesture, pada tahap ini seseorang menunjukkan perilaku destruktif yang diarahkan pada diri sendiri yang bertujuan tidak hanya mengancap kehidupannya, tetapi sudah pada percobaan untuk melakukan bunuh diri. Tindakan yang dilakukan pada fase ini pada umumnya tidak mematikan, misalnya meminum beberapa pil atau menyayat pembuluh darah pada lengannya. Hal ini terjadi karena individu memahami ambivalen antara mati dan hidup dan tidak berencana untuk mati. Individu ini masih memiliki kemauan untuk hidup, ingin diselamatkan, dan individu ini mengalami konflik mental. Tahap ini sering di namakan “Crying for help” sebab individu ini sedang berjuang dengan stres yang tidak mampu diselesaikan.
  5. Suicidal attempt, pada tahap ini perilaku destruktif seseorang yang mempunyai indikasai individu ingin mati dan tidak mau diselamatkan misalnya minum obat yang mematikan. Walaupun banyak individu masih mengalami ambivalen akan kehidupannya (dalam Davision, Neale, & Kring, 2004)

Berikut ini adalah 10 karakteristik dari bunuh diri  ( dalam Davison, Neale, & Kring, 2004 ) :

  1. Fungsi umum dari bunuh diri adalah untuk mencari solusi.
  2. Tujuan umum dari bunuh diri adalah penghentian kesadaran.
  3. Stimulus umum dalam bunuh diri adalah penderitaan psikologis yang tidak tertahankan .
  4. Stressor umum dalam bunuh diri adalah frustasi kebutuhan psikologis.
  5. Emosi umum dalam bunuh diri berkaitan dengan hopeless-ness-helplesness.
  6. Cognitive state umum dalam bunuh diri adalah ambivalen.
  7. Perceptual state atau persepsi yang sempit.
  8. Tindakan umum dari bunuh diri adalah egression.
  9. Tindakan interpersonal umum dalam bunuh diri adalah komunikasi mengenai intensi.
  10. Konsistensi umum mengenai bunuh diri adalah dengan pola coping seumur hidup.

Dikutip dari Muhith, Abdul (2015). Pendidikan Keperawatan Jiwa [Teori dan Aplikasi]. Yogyakarta: Andi Offset.