Disorientasi Pemikiran

Disorientasi Pemikiran

Disorientasi pemikiran sering kita jumpai di lingkungan kita sehari hari, namun tahukah anda bahwa disorientasi pemikiran adalah salah satu ciri gangguan kejiwaan?Sebelum kita membahas secara lebih detail mengenai disorientasi pemikiran merupakan salah satu ciri gangguan jiwa ada baiknya kita membahas arti atau definisi dari disorientasi terlebih dahulu :

Arti disorientasi menurut kamus adalah :

  1. kekacauan kiblat; kesamaran arah: -- pandangan akan timbul apabila terdapat kesenjangan antara organisasi sosial dan sistem nilai kebudayaan
  2.  kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg berkenaan dengan waktu, tempat dan orang

Disorientasi berasal dari dua kata yaitu dis yang berarti adanya masalah, gangguan, atau kegagalan dan orientasi. Orientasi sendiri bisa kita lihat dalam kamus inggris : Orientation is a function of the mind involving awareness of three dimensions: time, place and person. Dimensi itu bisa saja bertambah panjang dan komplek. Sedangkan kegagalan atau masalah itu bisa bersifat partial, spatial maupun total.

Orang sering menghubungkan disorientasi ini dengan “kebingungan”. Kebingungan adalah gejala, dan dapat berkisar dari ringan sampai parah. Seseorang yang bingung mungkin mengalami kesulitan memecahkan masalah. Gampang mengantuk, hiperaktif, atau cemas adalah tanda-tanda awal. Pada kasus yang parah, orang mungkin memiliki halusinasi, perasaan paranoia, dan keadaan delirium (mengigau).

Kebingungan tingkat patologis biasanya mengacu pada kehilangan orientasi (kemampuan untuk menempatkan diri dengan benar di dunia dengan waktu, lokasi, dan identitas pribadi) dan sering mengganggu memori (kemampuan untuk benar mengingat peristiwa-peristiwa sebelumnya atau belajar pada sesuatu atau materi yang baru). Kebingungan seperti itu tidak sama dengan ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian.

Apa makna disorientasi dan kebingungan itu bagi kita?. Bagi seorang pengajar, kata orientasi dan disorientasi memiliki makna tersendiri. Penting karena terkait dengan bentuk tanggung jawab profesi dan sosial kita sebagai akademisi. Mahasiswa adalah mitra kita dan kita harus meyakini bahwa apa yang telah, sedang dan akan kita kerjakan bermanfaat bagi mereka. Benang merah antara orientasi/disorientasi dengan tanggungjawab kita sebagai seorang pengajar jelas ada dan hubungannya erat karena terkait dengan output dan outcome.

Disorientasi adalah salah satu “penyakit” yang sadar atau tidak sadar sering menghinggapi kita. Disorientasi tak hanya terjadi karena kepikunan semata-mata atau karena kita bingung mau apa dan mengerjakan apa. Banyak orang yang neuronnya masih bagus juga dapat mengalami kejadian tersebut.

Definisi dari Gangguan Jiwa:

Gangguan jiwa yang dimaksud di sini bukanlah dalam arti pengertian seperti  masyarakat awam katakan sebagai edangendeng dan sejenisnya. Tetapi berupa kesepakatan oleh para ahli yang sudah menekuni dari sisi teori dan praktikalnya sehingga setiap istilah yang digunakan adalah istilah yang memang mengandung arti yang sudah diketahui di kalangan para ahli dan sudah merupakan istilah yang dipikirkan masak-masak.

Gangguan jiwa merupakan suatu kondisi di mana keberlangsungan fungsi mental menjadi tidak normal baik kapasitasnya maupun keakuratannya.

Definisi lain tentang apa itu gangguan jiwa adalah dengan membandingkan dengan definisi kesehatan mental WHO " Mental health is a state of complete physical, mental and social well-being, and not merely the absence of disease"  (WHO, 2012)” Kurang lebih terjemahan bebasnya adalah : “ Kesehatan mental adalah suatu keadaan lengkap secara fisik, mental, dan kesejahteraan-sosial, dan tidak semata-mata ketiadaan suatu penyakit”.

Di sebagian kalangan istilah-istilah yang berkaitan dengan istilah gangguan jiwa berbeda penggunaannya disesuaikan dengan gejala yang muncul. Istilah tersebut misalnya sakit mental, gangguan mental dan gangguan mental berat, atau hanyalah masalah kesehatan mental. Jika dirujuk dari bahasa Inggris maka serious mental illness pasti lebih berat daripada mental ilness, sedangkan mental disorder mencakup arti yang luas dan tidak terlalu menunjuk pada berat atau ringannya gejala.

Kalau kita telaah dan pelajari definis dari disorientasi dan gangguan kejiwaan maka kita dapat simpulkan sebagai berikut :

  1. Disorientasi pemikiran menyebabkan seseorang tidak dapat menempati diri dengan benar di dunia dengan waktu, lokasi, dan identitas pribadinya.
  2. Gangguan jiwa merupakan gangguan kesehatan dalam keadaan lengkap secara fisik, mental, dan kesejahteraan-sosial.

Ketika seseorang dikatakan disorientasi pemikiran dimana mereka tidak dapat berpikir dan menempatkan diri dengan benar dengan waktu, lokasi dan siapa dirinya. Orang tersebut bisa dikategorikan mengalami gangguan kesehatan baik secara fisik, mental dan sosial. Dengan kata lain orang yang mengalami disorientasi pemikiran memiliki  salah satu ciri orang yang mulai mengalami gangguan jiwa.

Lantas bagaimana kita mengenali seseorang dikatakan hanya disorientasi pemikiran saja atau telah mengalami gangguan jiwa?

Mungkin secara awam kita tidak bisa membedakan mana orang yang hanya mengalami disorientasi pemikiran saja dan yang sudah mengalami gangguan jiwa. Ahli Jiwa atau psikiater atau orang yang telah berpengalaman menangani kasus-kasus kejiwaan yang mungkin dapat menilai bahwa orang yang mengalami disorientasi pemikiran tersebut sudah pada tahap mengalami gangguan jiwa. Apabila orang tersebut sudah pada tahap gangguan jiwa hal ini sudah sangat mengkhawatirkan, bila tidak di berikan penanganan dan pengobatan serius tidak menutup kemungkinan akan bertambah parah dan menjadi orang gila.

Bila anda memiliki sanak saudara, kerabat ataupun teman yang sudah mengalami disorientasi pemikiran yang sangat mengkhawatirkan, anda dapat berkonsultasi dan melakukan rawat inap di klinik kami Abu Albani Centre Jl. Pendidikan Raya no 29 Duren sawit Jakarta Timur Phone : 021 -29485951.