Efektifitas Akupuntur Untuk Depresi Dan Kecemasan

Manfaat Akupuntur

Depresi dan kecemasan (anxiety) merupakan dua gangguan kejiwaan yang paling umum, keduanya lebih sering dialami oleh perempuan. Perempuan cenderung merenung saat suasana hati memburuk. Menurut Global Burden of Disease Study,pada tahun 2020 depresi akan menjadi penyebab utama beban penyakit yang signifikan secara global dan mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Survey kesehatan mental diselenggarakan di 17 negara menemukan bahwa rata-rata sekitar 1 dari 20 orang mengalami depresi pada tahun sebelumnya. Gangguan depresi sering dimulai dari usia muda; hal itu sering berulang-ulang terjadi.

Definisi

Menurut WHO tahun 2012, depresi merupakan gangguan mental yang umum yang ditandai dengan memburuknya suasana hati, hilangnya ketertarikan atau kesenagan, menurunnya energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau gangguan nafsu makan, konsentrasi berkurang, merasakan kehampaan, kesedihan yang mendalam atau kesengsaraan, hilangnya harapan, dan pikiran untuk bunuh diri. Yang paling buruk depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

Hampir 1 juta nyawa hilang setiap tahun karena bunuh diri, jika dihitung setiap harinya ada 3000 kematian akibat bunuh diri. Sekitar 20 orang atau lebih mungkin mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Istilah depresi juga menunjukkan tak berdaya, ketidakbahagiaan, menghukum diri sendiri, dan seluruh perasaan ngatif. Selain itu, pasien dengan gangguan depresi sering memiliki fitur gangguan kecemasan, dan mereka dengan gangguan kecemasan umunya juga mengalami depresi. Kedua gangguan mungkin dapat terjadi secara bersamaan. Depresi, sebagai gangguan utama atau gangguan sekunder yang merupakan efek dari gangguan kecemasan. Masalah ini dapat menjadi kronis atau berulang dan menyebabkan banyak gangguan dalam kemampuan individu untuk mengurus tanggung jawabnya sehari-hari.

Kecemasan merupakan emosi yang ditandai dengan perasaan ketegangan, perasaan takut, ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, energi kecemasan yang berlebihan, pikiran khawatir, takut dengan suatu objek atau situasi tertentu, dan perubahan fisik seperti naiknya tekanan darah. Orang dengan kecemasan biasanya gangguan konsentrasi berpikir secara berulang. Mereka pasti menghindari situasi yang mengkhawatirkan. Mereka mungkin juga memiliki gejala fisik seperti berkeringat, gemetaran, dizziness atau detak jantung meningkat.

Penyebab

  1. Biologis, genetic, lingkungan
  • Gangguan depresi pada anak-anak dan remaja mungkin bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetic dan lingkungan. Faktor genetik dilaporkan untuk sejumlah besar perbedaan pertanggung jawaban pada penyakit bipolar saat dewasa, tapi kemungkinan kurang banyak memainkannya meskipun masih berarti bagian dari kondisi depresi unipolar.
  • Anak-anak dari orang tua yang depresi memiliki peluang untuk mengalami depresi lebih tinggi. sangat memungkinkan bahwa faktor lingkungan keluarga juga penting. Contohnya, hubungan didalam keluarga yang tidak harmonis tampaknya diperkirakan lebih mudah untuk mengalami gangguan depresi diantara orang muda.
  • Tekanan dan peristiwa kehidupan yang gawat diluar keluarga, seperti sulitnya bersahabat/berteman dan bullying, juga cenderung menjadi relevan dalam kelompok usia ini.
  • Depresi dan gejalanya yang berhubungan seperti mudah marah dapat disebabkan oleh keluarga dan sulitnya berteman dengan teman sebaya, serta konsekuensinya. Dimungkinkan bahwa siklus negative pada interaksi dimulai, dimana depresi menyebabkan masalah di lingkungan keluarga, yang pada gilirannya menyebabkan depresi memburuk. Mekanisme psikologis dan biologis yang menghubungkan faktor risiko depresi ini masih kurang dipahami.
  • Regulasi hormonal dan neurotransmitter

Telah dihipotesiskan bahwa tingkat atau fungsi yang abnormal pada neurotransmitter seperti norepinephrine (NE), dopamine, dan serotonin mungkin menyebabkan depresi. Kurangnya serotonin meningkatkan kerentanan terhadap gangguan suasana hati, dan ketika defisiensi (kurang) serotonin, NE terlalu banyak akan menyebabkan mania, dan NE yang terlalu sedikit akan memicu terjadinya depresi

  • Minum minuman beralkohol
  • Penyakit psikosomatik
  • Penyakit saraf
  1. Model Kognitif dari depresi

Individual menjadi depresi karena pengolahan informasi yang tidak akurat yang menyebabkan mereka menafsirkan peristiwa dengan cara menyimpang. Keyakinan negatif tetapi tidak benar melibatkan pandangan negatif dari diri, pandangan dunia yang negatif, dan harapan pesimis dimasa depan. Keyakinan ini menyebabkan perilaku yang berfungsi untuk menegaskan kembali keyakinan. Selanjutnya, setelah mereka menjadi depresi, individu cenderung untuk fokus selektif pada pikiran negatif, yang menyebabkan mereka menganggap diri mereka dan situasi mereka dalam cahaya yang paling buruk. Penyimpangan negatif ini memberikan kontribusi untuk pemeliharaan perasaan depresi.

  1. Psikogenik
  • Hilangnya citra diri tertentu
  • Kehilangan atau kebingungan terhadap cita-citanya yang jauh
  • Hilangnya keyakinan dan kepastian

Terapi

Kebanyakan terapi yang digunakan untuk depresi mencakup psikoterapi, akupunktur, dan antidepresan. Kebanyakan orang memilih terapi akupunktur karena lebih aman, efektif, dan alami. Di China akupunktur sudah lama digunakan untuk terapi gangguan kejiwaan. Meskipun mekanisme yang tepat pada tindakan akupunktur belum diketahui, hal ini berhubungan dengan meningkatnmya level aktivasi substansi neurobiology, seperti endorphin dan enkephalin. Ada juga data yang menunjukkan bahwa akupunktur menstimulasi pelepasan norepinephrine, serotonin, dan dopamine. Dalam sebuah penelitian ilmiah dijelaskan bahwa akupunktur dapat memainkan peran penting dalam pengobatan depresi dan kecemasan. Dalam penelitian tersebut, menunjukkan bahwa akupunktur secara konsisten mempengaruhi kemajuan perbaikan yang signifikan pada depresi dan kecemasan.

 

Daftar Pustaka

American Psychological Association (www.apa.org)

Barroso, Manuel Garcia. (2003). Depression: Clinical Definitiaon and Case Histories. The International Journal of Transpersonal Studies, 22: 89-99.

British Acupuncture council. (2002). Depression, Anxiety and Acupunctre. Acupuncture Research Resource Centre and the British Acupuncture Council.

Harrington, Richard. (2001). Depression, Suicide and Delibrate Self-harm in Adolescence. British Medical Bulletin, 2001; 57: 47-60.

Jalynytchev, Valentina. (2009).Role of Acupuncture in the Treatment of Depression.

Marcus, Marina., Yasamy, M Taghi., Ommeren, Mark Van., Chisholm, Dan., Saxena, Shekhar. (2012). Depression A Global Public Health Concern. WHO Departement of Mental Health and Substance Abuse.

Pherson, Hugh Mac., Richmond, Stewart., bland, martin., Brealey, Stephen., Gabe, Rhian., Hopton, Ann., Keding, Ada., Lansdown, Harriet., Parren, Sara., Sculpher, Mark., Spackman, Eldon., Torgerson, David., Watt, Ian. (2013). Acupuncture and Counselling for Depression in Primary Care: A Randomised Controlled Trial. PLOS Medicine, 10 (9): e1001518. doi:10.1371/journal.pmed.1001518

 

Sniezek, P David., and Siddiqui, J Imran. (2013). Acupuncture for Treating Anxiety and Depression in Women: A Clinical Systematic Review. Journal List Med Acupunct, 25 (3): 164-172.

Tiller, John W G. (2012). Depression and Anxiety. MJA Open 2012;1 Suppl 4: 28-32.