Halusinasi dan Waham adalah gejala positif pada Skizofrenia

Halusinasi dan Waham

Waham dan halusinasi merupakan ciri ciri dari gejala penyakit kejiwaan skizofrenia, dimana seseorang akan sulit membedakan dunia nyata dengan dunia khayalan, berikut ini adalah gejala positif dari gangguan kejiwaan atau skizofrenia :

1. Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat seseorang dapat melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak ada sumbernya, bisa berupa halusinasi pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan dan perabaan. (Diagnostic and Statistik Manual of Mental Disorder / DSM-IV TR, 2000). 

Macam-macam halusinasi:
Halusinasi Pendengaran, misalnya; mendengar suara-suara yang berbisik, melengking, mendesir, bising, atau kata-kata. Ada suara terdengar ditelinga, sehingga terlihat bertengkar atau berbicara sendiri dengan suara tersebut. Mendengar suara yang berasal dari bagian atau dari dalam tubuh sendiri. Mendengar suara dari suatu tempat dekat atau jauh. Mendengar suara-suara yang menyuruh untuk melakukan sesuatu.
Halusinasi penglihatan, misalnya; melihat sesuatu kejadian menakutkan atau mengerikan. Melihat kilatan cahaya, melihat sebuah bentuk tertentu, misal ular besar, bidadari, malaikat, hewan buas dan lain sebagainya.
Halusinasi penciuman, misalnya; tampaknya merasa mencium bau sesuatu. Merasa mencium bau kemenyan, sampah, kotoran, wewangian disekitar kemanapun bergerak.
Halusinasi pengecapan, misalnya; tampaknya merasa mengecap sesuatu. Merasa lidah terlalu pahit, panas, asam, asin atau manis.
Halusinasi Perabaan, misalnya; seolah-olah merasa diraba, disentuh, ditiup, disinari, atau ada sesuatu yang bergerak di kulitnya.
Halusinasi Kinestik, misalnya; tampaknya badan bergerak dalam sebuah ruang. Anggota tubuh bergerak-gerak tanpa berhenti.
Halusinasi viseral, misalnya; ada perasaan tertentu dalam tubuh. h) Halusinasi Hipnagogik, misalnya; merasa terjadi sesuatu dimana tepat sebelumnya tertidur, persepsi atau tanggapan sensorik yang bekerja salah.
Halusinasi Hipnopompik, misalnya ; halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu) yang terjadi atau dialami tepat sebelum terbangun dari tidur. j) Halusinasi Histerik, misalnya; sering timbul konflik emosional, marah-marah, sedih, tertawa-tawa tanpa alasan yang jelas.
Depersonalisasi, misalnya; perasaan aneh tentang diri sendiri. Perasaan bahwa kepribadian sudah tidak seperti dulu lagi, tidak menurut kenyataan. Merasa seperti diluar tubuh atau sebagian tubuh sudah bukan milik diri sendiri lagi.
Derealisasi, misalnya; perasaan aneh tentang lingkungan sekitar dan tidak menuruti kenyataan. Perasaan terhadap sesuatu yang dialami seperti mimpi. Halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. Penderita skizofrenia mungkin mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya. Auditory hallucinations, gejala yang biasanya timbul, yaitu penderita merasakan ada suara dari dalam dirinya. Kadang suara itu dirasakan menyejukkan hati, memberi kedamaian, tapi kadang suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sangat berbahaya, seperti bunuh diri. Perilaku pasien yang teramati: menyeringai atau tertawa yang tidak sesuai, menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara, gerakan mata yang cepat, respon verbal yang lamban, diam dan dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan. Condemning (secara umum halusinasi menjijikkan). Karakteristik: pengalaman sensori bersifat menjijikkan dan menakutkan, orang yang berhalusinasi mulai merasa kehilangan kendali dan berusaha untuk menjauhkan dirinya dari sumber yang dipersepsikan, individu mungkin merasa malu karena pengalaman sensorinya dan menarik diri dari orang lain (nonpsikotik). 
Perilaku pasien yang teramati: lebih cenderung mengikuti petunjuk yang diberikan oleh halusinasinya daripada menolaknya, kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain, rentang perhatian hanya beberapa menit atau detik, gejala fisik dan kecemasan berat seperti berkeringat, tremor, ketidakmampuan mengikuti petunjuk. Pengalaman sensori mungkin menakutkan jika individu tidak mengikuti perintah, halusinasi bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari apabila tidak ada intervensi terapeutik. Perilaku pasien yang teramati: perilaku menyerang atau teror seperti panik, sangat potensial melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain, kegiatan fisik merefleksikan isi halusinasi seperti amuk, agitasi, menarik diri, atau kataton, tidak mampu berespon terhadap lebih dari satu orang.

2. Waham atau delusi, yaitu kesalahan dalam menilai diri sendiri, atau keyakinan tentang isi pikirannya padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Atau pernyataan yang telah terpaku / terpancang kuat dan tidak dapat dibenarkan berdasarkan fakta dan kenyataan tetapi tetap dipertahankan. disebut juga kepercayaan yang palsu dan sudah tidak dapat dikoreksi.

Macam-macam waham:
Waham Curiga, yaitu keyakinan bahwa orang lain atau lingkungan memusuhi atau mencurigai dirinya. Misalnya merasa ada orang yang ingin membunuhnya, memata-matai, atau membicarakan kejelekannya.
Waham kebesaran (grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki kekuatan, kekuasaan, posisi, kekayaan berlimpah, pendidikan tinggi, atau kepandaian yang luar biasa. Misalnya seseorang yakin bahwa dirinya seorang raja.
Waham nihilistik, yaitu penyangkalan terhadap keberadaan dirinya atau lingkungan. Misalnya yakin bahwa dia sendiri sudah mati, dunia ini tidak ada, dan sebagainya.
Waham keagamaan, yaitu keyakinan yang berhubungan dengan keagamaan. Misalnya merasa dirinya seorang nabi; merasa dalam waktu 10 hari akan terjadi kiamat di suatu tempat.
Waham dosa, yaitu keyakinan pada dirinya bahwa ia telah melakukan dosa yang sangat besar dan tidak mungkin terampuni, karenanya ia bertanggung jawab atas kejadian-kejadian tertentu. Misalnya kematian orang tua diyakini akibat dosa yang diperbuatnya.
Waham pengaruh, yaitu keyakinan bahwa pikiran, emosi, atau tingkah lakunya dipengaruhi oleh kekuatan dari luar yang tidak terlihat atau gaib.
Waham somatik atau hipokondrik, yaitu keyakinan bahwa kondisi tubuhnya sudah tidak mungkin benar atau sakit. Misalnya yakin bahwa ususnya telah busuk, di perutnya ada gajah, dan sebagainya.
Waham sakit, yaitu keyakinan bahwa seluruh atau sebagian tubuhnya sedang dilanda penyakit yang kronis.
Waham hubungan, yaitu interpretasi yang salah dari pembicaraan, kejadian, atau gerak- gerik yang dirasakan berhubungan langsung dengan dirinya. 
Waham Bizar yaitu yakin ada ide pikiran orang lain yang dsisipkan di dalam pikiran yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan

Penanganan pasien yang tepat sangat menentukan kehidupan pasien dimasa mendatang, Pastikan keluarga dan sahabat anda ditangani oleh ahlinya.

Salam sehat jiwa.