Hubungan Epilepsi dan Skizofrenia

Hubungan Epilepsi dan Skizofrenia

Mungkin anda memiliki seseorang teman atau keluarga, laki-laki atau perempuan yang tiba-tiba dia terjatuh dan mengalami reaksi kejang-kejang sampai dengan mulut berbusa ? mungkin anda bisa menebak orang tersebut terkena serangan epilepsi. Apabila dokter menyatakan bahwa diketemukan fakta  tidak hanya kejang-kejang dan mulut berbusa akan tetapi mengalami delusi dan halusinasi yang sangat parah. Apa yang akan anda lakukan bila ternyata teman atau keluarga anda mengalami hal tersebut? Jangan bingung atau panik karena kemungkinan besar orang tersebut mengalami tidak satu jenis penyakit saja. Kemungkinan besar teman atau keluarga anda memiliki penyakit skizofrenia dan epilepsi. Hal ini berdasarkan study yang dilakukan ilmuwan bahwa antara skizofrenia dan epilepsi memiliki saling keterkaitan.

Orang yang mengidap penyakit Skizofrenia enam kali lebih rentan terkena penyakit epilepsi, sedangkan penderita epilepsi mampu juga menderita skizofrenia hampir 8 kali lipat. Demikian hasil temuan sebuah studi yang menemukan adanya hubungan kuat antara kedua penyakit tersebut. 

Para peneliti mengatakan bahwa hal ini dapat disebabkan oleh  masalah genetis, faktor neurobiologi hingga faktor lingkungan. 
Skizofrenia adalah sebuah penyakit mental kronis yang ditandai dengan delusi, halusinasi, kesulitan untuk bertingkah laku normal dalam situasi sosial, dan juga kesulitan untuk memiliki respon emosi yang normal. Gejala lain yang dialami pasien skizofrenia adalah kesulitan untuk berkonsentrasi, kesulitan dalam tidur, merasa sering gelisah dan cemas, dan juga susah berpikir serta mengekspresikannya dengan jelas. Yang berbahaya adalah, pasien skizofrenia juga sering mendengar suara-suara yang menyuruh mereka untuk menyakiti diri sendiri atau orang-orang yang disayangi.

Epilepsi adalah sebuah penyakit neurologis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kejang yang berulang-berulang. Episode-episode dari kejang tersebut dapat menyebabkan atensi dan tingkah laku seseorang dapat berubah. Gejala penyakit epilepsi sangat bervariasi, mulai dari kejang sampai perubahan emosi. Penyebab umum epilepsi adalah stroke, Alzheimer’s Disease, dan penyebab lain terkait dengan otak, seperti cedera pada otak, tumor otak, dan lain-lain.

Ilmuwan di Taiwan telah menemukan bahwa skizofrenia memang sangat erat kaitannya dengan penyakit mental epilepsi. Penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Jurnal Epilepsia, sebuah kumpulan artikel yang dikeluarkan oleh ILAE (International League Against Epilepsy). Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa pasien skizofrenia mampu menderita epilepsi 6 kali lipat, sedangkan penderita epilepsi mampu juga menderita skizofrenia hampir 8 kali lipat.

Selain kuatnya hubungan skizofrenia dan epilepsi, pasien epilepsi pria lebih banyak menderita skizforenia dibandingkan dengan pasien wanita.

Jika Anda memiliki teman atau keluarga yang mempunyai gejala-gejala yang terpaparkan di atas, jangan langsung menyatakan bahwa mereka menderita skizofrenia atau bahkan epilepsi, karena kemungkinan  orang terbut dapat saja menderita penyakit keduanya pada saat yang bersamaan.

Jika anda memiliki teman atau keluarga yang menderita kedua penyakit tersebut anda dapat berkonsultasi dan melakukan perawatan diklinik kami : Abu Albani Centre, Jl. Pendidikan Raya 29 Duren Sawit Jakarta Timur phone : 021-29485951.