Penanganan Stroke Dengan Akupuntur

Penanganan Stroke Dengan Akupuntur

Tahukah anda bahwa stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker? Di Indonesia stroke menyerang pada usia muda ,  bahkan di perkotaan stroke menjadi penyebab kematian tertinggi. Sebenarnya . apakah  definisi stroke itu?

Stroke adalah  gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh yang timbul secara mendadak yang berlangsung lebih dari 24 jam yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak.

Penyebab stroke adalah

  1. Stres

Stres yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan kelenjar adrenal dan tyroid mengalami hipersekresi terhadap hormone stres. Adrenalin akan mempengaruhi peningkatan denyut jantung dan tekanan darah , sedangkan tyroksin akan menaikkan denyut jantung dan frekuensi nafas.

  1. Hipertensi

Hipertensi dapat berpotensi terhadap terjadinya serangan stroke karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak sehingga akan mengakibatkan perdarahan otak.

  1. Diabetes Melitus

Menyebabkan stroke melalui kemampuannya menebalkan pembuluh darah otak yang berukuran besar , penebalan tersebut akan menyebabkan pembuluh darah mengecil yang akhirnya menyebabkan gangguan darah otak yang berujung pada kematian darah otak.

  1. Hiperkolesterol

Kolesterol adalah zat yang berperan dalam terbentuknya aterosklerosis pada lapisan dalam pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah terutama pembuluh darah di otak.

  1. Merokok

Kandungan  berbahaya dalam rokok  dapat meningkatkan tekanan darah.  Nikotin dan karbonmonoksida dalam tembakau rokok sangat meningkatkan resiko stroke dengan berkurangnya jumlah oksigen dalam darah dan merusak dinding pembuluh darah yang memungkinkan pembentukan gumpalan darah.

  1. Konsumsi Alkohol dan Penyalahgunaan Obat

Obat obatan ( kokain dan amfetamin ) dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah keotak sehingga memicu terjadinya stroke.

  1. Kelainan Darah
  2. Kelainan  Jantung
  3. Vaskuler ( Arterosklerosis )

Jenis Stroke

  1. Stroke Hemoragik adalah stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah diotak.
  2. Stroke Iskemik adalah stroke yang diakibatkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah ( aterosklerosis )

Serangan stroke jenis apapun sifatnya akut dan harus segera ditangani , berikut ini tanda  dan gejalanya  :

  1. Kehilangan kesadaran
  2. Kesulitan bernafas
  3. Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh
  4. Reaksi pupil yang tidak sama
  5. Gangguan bicara dan menelan
  6. Lemas
  7. Kesemutan sesisi badan
  8. Gerakan badan tidak terkoordinasi
  9. Wajah perot

 

Penatalaksanaan

  1. Perawatan dirumah

Setiap 2 -3 jam sekali ubah posisi pasien, untuk mencegah komplikasi seperti pembentukan bekuan darah , ulkus ( luka ) , nyeri bahu

  1. Akupunktur

Umumnya digunakan pada rehabilitasi post stroke, akupunktur dipercaya untuk keseimbangan kesehatan dengan stimulasi titik akupunktur secara spesifik. Sejumlah uji klinis telah membuktikan bahwa stimulasi akupunktur memperbaiki fungsi keseimbangan dan kejang otot, meningkatkan kekuatan otot, mengurangi spastisitas otot, dan memperbaiki fungi motorik untuk survivor stroke kronis dengan spastisitas otot sedang atau berat. Akupunktur juga memperbaiki fungsi ekstremitas atas yang terkena dampak hemiparetik kronis pada pasien stroke dengan meningkakan aktifitas korteks motorlesional. Akupunktur juga dapat memperbaiki gangguan tidur pada pasien stroke dengan mengurangi aktiftas saraf simpatis. Sekarang ini akupunktur banyak digunakan untuk terapi stroke dan di rekomendasikan oleh WHO Sebagai Salah satu strategi alternative dan komplementer dalam menangani stroke. Akupunktur memicu perubahan pada otak yang melindungi sel otak dari nekrosis (kematian otak).

 

DAFTAR PUSTAKA

Adientya, G., & Handayani, F. (2012). Stres Pada Kejadian Stroke. Jurnal Nursing Studies, 1(1), 186.

Derwanto, G., dkk. 2009.  Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Syaraf. Jakarta : Kedokteran EGC.

Dinata, C. A., Safrita, Y., & Sastri, S. (2013). Gambaran Faktor Risiko dan Tipe Stroke pada Pasien Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Solok Selatan Periode 1 Januari 2010 - 31 Juni 2012. Jurnal Kesehatan Andalas, 2(2), 57.

Herger, B. R. (2003). Perawat dan Perawatan (6 ed.). Jakarta: EGC.

 

Junaidi, I. (2004). Panduan Praktis Pencegahan dan Pengobatan Stroke. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Oman, K. (2008). Panduan Belajar Keperawatan Emergensi. (A. Hartono, Penerj.) Jakarta: EGC.

Li, X., & Wang, Q. (2013). Acupuncture Therapy for Stroke Patients. Dalam Y. Z. Bai, R. L. Fan, & K. Zhao, Internatinal Review of Neurobiology (Vol. III, hal. 159-173). New York, USA: Elsevier.

Redaksi AgroMedia. (2009). Solusi Sehat Mengatasi Stroke. Jakarta Selatan: PT AgroMedia Pustaka.

Setyopranoto, I. (2011, Mei-Juni). Stroke: Gejala dan Penatalaksanaan. Continuing Medical Education, 38(4), 248.

Stroke Association. (2013). Stroke Statistics. London: The Information Standard.

Tangkuman, V. F., Ngantung, D. J., & Mawuntu, A. (2013, Maret). Terapi Sel Punca Neural untuk Penyandang Stroke. Jurnal Biomedik, 5(1), 11.

Wang, et al. (2014). A Systematic Review and meta-analysis of Baihui (GV 20)-based Scalp Acupuncture in experimental Ischemic Stroke. Scientific Reports, 3981(4), 2.

Xia, et al. (2010). Acupuncture Therapy for Neurological Diseases: A Neurological View. Beijing: Tsinghua University Press.

Yuniadi, Y. (2010, September-Desember). Intervensi pada Stroke Non-Hemoragik. Jurnal Kardiologi, 31(3), 153.