Skizofrenia Katatonik

Skizofrenia Katatonik

Pernahkah anda menemukan ada seseorang yang sanggup tidak bergerak/pindah posisi tubuh hingga berjam-jam.. ?

Atau menjumpai orang yang sulit untuk bicara secara tiba2 dan kehilangan ekspresi.. ?

Kondisi diatas merupakan salah satu ciri orang yang punya masalah katatonik, pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai Skizofrenia Katatonik yang merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa skizofrenia.

Katatonia atau perilaku katatonik adalah gangguan perilaku yang melibatkan gerakan ekstrim. Penyebabnya dapat secara psikologis atau neurologis. Bentuk yang paling terkenal melibatkan posisi kaku tak bergerak untuk jangka waktu yang lama, seringkali berhari-hari atau minggu, bahkan lebih (disebut katalepsi). Katatonia juga dapat merujuk pada perilaku motorik gelisah tanpa tujuan yang tidak dirangsang oleh hal apa pun di lingkungan. Gerakan cepat atau berulang terus-menerus, seringkali diikuti meringis dan ekspresi wajah yang aneh, dan gerakan tubuh yang tidak biasa adalah ujung ekstrim lain dari katatonia.

Sebuah bentuk yang kurang ekstrim dari katatonia melibatkan aktivitas motorik sangat lambat. Seringkali, postur fisik dari individu katatonik tidak biasa atau tidak tepat, dan orang tersebut dapat berada pada postur itu jika ditempatkan oleh orang lain.

Fitur utama dari skizofrenia katatonik (berdasarkan acuan DSM-IV-TR untuk skizofrenia katatonik)
Diucapkan tanda-tanda motorik, baik dari jenis gembira atau stupor. Beberapa pasien seperti mendengar bisikkan dan secara otomatis akan mematuhi perintah atau meniru tindakan orang lain (echopraxia) atau meniru ungkapan mereka (echolalia). 

Bahkan jika lengan pasien dinaikkan ke posisi canggung dan tidak nyaman, ia dapat menyimpannya di sana selama menit atau bahkan berjam-jam. 

Biasanya, pasien dalam keadaan pingsan, katatonik keras kepala menolak setiap upaya untuk mengubah posisi mereka, mungkin menjadi bisu, menolak semua upaya makan, dan menolak untuk mematuhi bahkan permintaan sedikit.

Katatonik hampir tidak ada respon thd lingkungan, aspek motorik dan verbal sangat terganggu.

Gejalanya ada 2 kategori :
1. Gejala positif = gejala tipe I : ditandai munculnya persepsi, pikiran, dan perilaku yang tidak biasa secara menonjol, misalnya: halusinasi, delusi, pikiran dan pembicaraan kacau, dan perilaku katatonik.

2. Gejala negatif = gejala tipe II : ditandai hilangnya atau berkurangnya kemampuan di area tertentu, misalnya tidak munculnya perilaku tertentu, afek datar, dan alogia (tidak mau bicara).