Terapi Akupunktur Terbukti Menyembuhkan Skizofrenia

akupunktur kepala

Pada tahun belakangan ini kami terus menerus dibanjiri oleh pasien yang memiliki gangguan kejiwaan khususnya Pasien Skizofrenia dengan berbagai macam tipikal dan keunikannya, mengapa dapat dikatakan demikian ?

Bagi kami, skizofrenia memiliki keunikan tersendiri, seperti :  pada umumnya pasien skizofrenia  memiliki kecedasan serta IQ  tinggi, ingatan yang kuat , cenderung  kreatif, memiliki tingkat kesadaran 50 -80 %, umunya rentang usia pasien terdiagnosa skizofrenia pertama kali pada  13 -35 tahun (berpotensi besar terkena pada  masa remaja dan menjelang dewasa)  dan pada kondisi tertentu mereka masih bisa berkomunikasi dengan baik.  

Secara umum mereka rasakan hal “aneh” pada dirinya seperti:

Munculnya halusinansi  secara visual seolah melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, oleh karena itu jangan heran jika kita sering melihat mereka  berbicara sendiri,berteriak , menangis  atau tertawa sendiri . (hal ini disebabkan munculnya proyeksi pada panca indera akibat kelainan kimiawi pada struktur otak)

Mendengar bisikan-bisikan,  adanya suara bisikan yang terdengar dari dalam kepala  hal ini kadang sangat bising, sura bisikan ini terdengar berulang-ulang seolah memerintahkan sesuatu, bisikan yang ditimbulkan bisa saja berbahaya jika ia memerintahkan untuk menyakiti diri maupun orang lain, untuk itu perlu keterbukaan si-pasien dan respon yang baik dari keluarga/caregiver  sehingga pasien mampu menguasai dirinya dan lebih memilih suara “hatinya’ dari pada bisikan-bisikan yang tidak jelas itu.

Delusi diartikan sebagai ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti.

Munculnya sikap katatonik (gangguan respon)seperti  afektif, apatis, atau paranoid. Pada kondisi ini pasien akan “sangat malas” untuk beraktifitas seperti mandi, makan, resisten terhadap cahaya (aktif dimalam hari), sulit bangun (maunya tidur), tidak mau bergaul, tidak mau bekerja, tidak mau menikah hal demikian pada akhirnya memunculkan sifat phobia yaitu takut untuk bertemu orang lain atau phobia pada hal yang lain.

Ciri-ciri diatas merupakan tanda spesifik skizofrenia, pengetahuan keluarga dan  dalam melakukan tindakan cepat pada fase awal serangan, sangat menentukan kondisi pasien dimasa mendatang.
Insya Allah pada waktu mendatang akan kami hadirkan artikel tentang “Pertolongan Pertama Pada Gangguan Kejiwaan (P3GK)”  sebuah reaksi cepat dalam penanganan pasien gangguan kejiwaan dan bagaimana keluarga bersikap pada pasien.

Terapis sebagai caregiver  sekaligus  sahabat

Tindakan terapi yang tak kalah penting dan bagi kami ini adalah yang paling utama adalah membangun kepercayaan, dorongan semangat, rasa kasih sayang, sekaligus membangun mental dan psikologis. Sebagai terapis kesehatan kami memahami betul apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh pasien yang memang sangat membutuhkan 100% perhatian dan tempat untuk mencurahkan hati, untuk itu membangun semangat dan harapannya untuk sembuh adalah hal yang sangat penting.

Selalu terkontrol oleh Psikiater

Secara medis pasien skizofrenia akan selalu dalam pengawasan ketat sang Dokter, terkait dengan perkembangan dan obat anti-psikotiknya. Di klinik kami pasien akan ditangani langsung oleh Psikiater ahli, kombinasi antara tindakan medis dan holistik dapat berjalan dengan sinergi sehingga hasil yang didapatnya terasa sangat efektif bagi pasien.

Tindakan Terapi Holistik Sistematis

Dengan terapis yang berpengalaman dan besertifikasi medis, pasien yang telah kami tangani Alhamdulillah mendapatkan kesehatan secara signifikan

Akupunktur, sebuah metode terapi dari China – Asia telah terbukti secara klinis dapat membantu dalam proses penyembuhan Skizofrenia secara signifikan, uji klinis ini  dilakukan oleh Divisi Riset Standard, Korea Institute of Oriental Medicine Korea Selatan, sedangkan terapi akupunktur untuk pasien kejiwaan telah kami praktekan secara efektif sejak tahun 2009.

Selain tindakan terapi akupunktur, di klinik kami juga ada beberapa terapi yang cukup baik dalam membantu penyembuhan pasien skizofrenia dan gangguan kejiwaan lain yang dapat memicu otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin  yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia seperti  :

Ruqyah Syariah (Qur’ an Healing atau Islamic Exorcist)  adalah metode terapi mendengarkan Ayat suci Al Qur’ an yang berfungsi stimulasi otak secara simultan, secara medis dapat dibuktikan bahwa Ruqyah dapat merangsang jaringan syaraf diseluruh tubuh hingga ke otak.

Bekam (hijamah atau cupping blood) berfungsi mengeluarkan toksin dalam darah, mencegah penggumpalan darah, memperbaiki organ tubuh dan bekam pada titik kepala dapat memperbaiki fungsi jaringan syaraf dan melancarkan silkulasi darah ke otak.

Totok Syaraf bermanfaat untuk memeprbaiki sirkuasi darah dan memastikan jaringan syaraf tubuh bekerja maksimal.

Rehabilitasi Psikologis dengan metode terapi pendekatan persuasif - kognitif, memperbaiki mental, memperbaiki perilaku dengan kedisiplinan mengenalkan kembali hak dan tanggung jawab, sehingga terapi ini mampu membentuk dan stimulasi perilaku, hingga pasien mampu secara mandiri hidup normal dimasa mendatang, untuk beraktifitas, melanjutkan studi,bekerja dan tentu saja menikahi kekasih tercinta.

Metode pelepasan dari ketergantungan obat medis Anti-psikotik.

Seorang pasien dapat dikatakan sembuh apabila ia mampu lepas dari obat atau tidak bergantung pada obat atau secara klinik tubh mampu melakukan metabolisme secara sempurna.

Untuk melepaskan pasien dari ketergantungan obat anti psikotik ini kami lakukan secra ketat dan sistematis dan diawasi oleh Psikiater, diagnose dan analisa ini kami lakukan hingga beberapa fase, dimulai fase awal, fase kritis, fase lanjut) adapun tindakan pelepasan ketergantungan obat anti psikotik dapat dilakukan dengan kondisi klinis berikut :

1.    Pastikan kondisi stamina fisik pasien stabil (min 1 bulan).

2.    Pasien telah menjalani terapi holistic sistematis (min 2 bulan).

3.    Gejala Primer psikotik ( halusinasi, bisikan, katatonik dll) telah berkurang atau telah hilang sama sekali.

4.    Pada fase awal pasien diresepkan obat anti psikotik generasi baru dengan dosis rendah.

5.     Adanya pendampingan obat herbal (telah diracik khusus serta dijamin aman) sebagai pendukung.

6.    Dilakukan tindakan terapi holistic lebih intens dan pasien dianjurkan melakukan olah raga fisik yang teratur.

7.    Secara mental dan psikologis pasien selalu di motivasi dan selalu mendapatkan dukungan moril dari keluarga.

8.    Pada kondisi serta waktu yang dianggap tepat obat anti-psikotik dikurangi dengan diagnose-analisa ketat, hingga dapat dipastikan pasien lepas dari obat dan pasien mampu menguasai dirinya secara utuh. Nah pada kondisi ini pasien bisa dikatakan sembuh.

Dengan tidakan terapi yang efektif pasien skizofrenia dan gangguan kejiwaan dapat disembuhkan meski membutuhkan banyak perjuangan baik moril, materil juga waktu.

kesehatan memang tidak dapat dibandingkan dengan materi sebanyak apapun, demikian juga dengan kebahagiaan.