Rehabilitasi Kelainan Orientasi Sexual

Klinik Rehabilitasi Sexual

REHABILITASI KELAINAN ORIENTASI SEKSUAL ( GAY - LESBIAN)

Bunga alias Bagus usia 30 tahun, seorang entertain yang pekerjaan sehari-harinya adalah pengamen jalanan. Dengan menggunakan pakaian seksi dan make-up yang tebal, bermodalkan suara yang serba pas-pasan ia mencari sesuap nasi dengan cara menjual suara di sebuah persimpangan lampu merah di pusat Jakarta, Sebuah pekerjaan yang boleh dikatakan tidak ringan, betapa banyak sekali resiko yang senantiasa mengintai, dimulai dari resiko penangkapan atau dikejar petugas satpol PP setempat hingga resiko tertabrak kendaraan yang melaju kencang saat menerobos lampu merah…

Dengan senyum yang mengembang diselingi gurauan dan candaan genit khasnya bunga menyapa setiap penyendara yang kebetulan berhenti saat lampu menyala merah, banyak diantara pengendara yang merasa terhibur dengan gaya dan nyanyianya, ada yang bersimpati atau kasihan tetapi tak jarang juga ada yang mencemooh, melecehkan juga mencaci-maki… terkadang ia membawa sedikit uang dari hasil jerih payahnya seharian mengamen di jalan dan tetap kadang ia tidak membawa sepeser uang pun karena habis dipalak preman..

sebenarnya saya tidak mau kerja beginiian mas… tapi, mungkin ini sudah jalan hidup saya … saya gak bisa berbuat apa-apa lagi, meskipun saya sering di ejek dan tidak dianggap sebagai manusia lagi… ( ujarnya sambil meneteskan air mata) .. itulah sepenggal dialog kami dengan Bunga alias Bagus.

Kisah diatas merupakan cerita sehari-hari kaum urban. Tetapi yang kami garis bawahi adalah fenomena kelainan visi seksual dan penyelesaiannya.

Berdasarkan pengamatan kami ada beberapa jenis kelainan Visi-Orientasi seksual.

1. Pria-feminim atau waria : berdasarkan istilah umum dimasyarakat yaitu jika laki-laki memiliki sifat dan tingkah laku seperti wanita.

Pada realitas yang ada ada beberapa macam tipe :

a. Pria Feminis adalah ketika laki-laki yang terlahir memiliki fisik, sifat, cara berbicara dan gesture yang feminim atau “ kemayu” ( bhs Jawa) tetapi secara seksual masih normal.
b. Pria Feminis-Homoseksual, adalah laki-laki yang memilki sifat feminim atau kemayu dan penyuka sesama jenis ( homoseksual)
c. Pria-Homoseksual-Gay adalah laki-laki yang memiliki sifat, karakter, tingkah laku seperti laki-laki normal tetapi memiliki kelainan pada visi seksual yaitu menyukai sejenis.
d. Pria entertaint-feminis adalah laki-laki yang bertingkah laku sebagai wanita tetapi hanya ketika menjalankan pekerjaannya sehari-hari baik sebagai artis, actor film-teater, pekerja salon atau pun entertaint jalanan.

2. Wanita atau Tomboy : berdasarkan istilah umum dimasyarakat yaitu jika wanita memiliki sifat dan tingkah laku seperti laki-laki .

a. Wanita Maskulin adalah wanita yang memiliki sifat, karakter, tingkah laku seperti laki-laki meskipun dari sisi seksual masih normal atau menyukai lawan jenis/ laki-laki.

b. Wanita Maskulin-lesbian adalah wanita yang memiliki sifat, karakter, tingkah laku seperti laki-laki dan seksual tidak normal atau menyukai se- jenis.

c. Wanita Feminis-lesbian adalah wanita yang memiliki sifat, karakter, tingkah laku seperti feminism tetapi kondisi seksual tidak normal atau menyukai se- jenis.

Berikut ini kesalahan umum sikap masyarakat terkait dengan Orang-orang yang memiliki kelainan visi seksual adalah :

Sikap sinis, pengucilan, pelecehan dan lain-lain.

Pihak keluarga merasa mereka sebagai aib, sehingga mereka ( maaf) dibuang / dikucilkan oleh keluarga.

Dianggap penyakit menular, sehingga mereka seolah “ makhluk asing “ dari planet lain.

Mereka dianggap ( maaf) sampah masyarakat yang harus dienyahkan..

Banyak diantara mereka yang pada akhirnya di eksploitasi oleh oknum yang berniat jahat. Dan lain sebagainya.

Banyak diantara kita belum memahami dan mengetahu bahwa kelaian visi seksual ini bisa disembuhkan, tentunya dengan metode yang tepat dan sistematik.

Kami menyebut terapi kelainan visi seksual ini dengan REHABILITASI PSIKOLOGI DAN MENTAL. Adapun metodologi terapi sebagai berikut.

Metode pendekatan persuasif -Psikologis

Ruqyah Syariah-Qur’ an Healing-Exorcim, terapi dengan mendengarkan bacaan Ayat Qur’ an untuk menstimulasi impuls syaraf otak secara simultan selain itu ruqyah dapat menyembuhkan dari gangguan jin..

Akupunktur Scalp/ kepala, merangsang system syaraf otak agar dapar berfungsi optimal.

Rehabilitasi Mental dan Pembentukan karakter.

Hipno Terapi, memperbaiki visi dan psikologi melalui alam bawah sadar.

Pendekatan spiritual keagamaan serta pemahaman Aqidah dan syariah .yang benar.

Stimulasi dengan olah raga fisik dan kedisiplinan.

Pengobatan-Thibbun Nabawi - bekam memperbaiki fungsi organ tubuh.

Pembimbingan pengetahuan program wirausaha dan kemandirian.

Rehabilitasi psikologi ini harus dilakukan secara intensif dan memakan waktu antara 2-3 bulan, dan peserta rehabilitasi menjalani rawat inap untuk mempermudah pengawasan dan penilaian keberhasilan proses rehabilitasi. 

Selain menjalani proses rahabilitasi kami juga mengharapkan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat, untuk memberikan motivasi dan support agar kesembuhan lebih efektif dan optimal.